Tanah Dijual di Pelaihari, Tanah Laut
Tanah di ibu kota Tanah Laut ini soal dua hal: kavling siap bangun dekat pusat kota, dan lahan yang lebih murah ke arah gerbang wisata pantai selatan.
Mau beli atau jual, kami dampingi dari awal sampai akad, gratis dan tanpa ribet.
Tim Vorneo Property
Biasanya membalas dalam hitungan menit
Agen lokal yang benar-benar paham Kalimantan Selatan. Ramah, responsif, dan tidak menekan.
+62 851-2699-4509
Bagaimana Kami Membantu Anda
Cerita ke kami
Kabari lewat WhatsApp: mau beli atau jual, di mana, dan apa kebutuhan Anda.
Kami nilai dengan jujur
Bantu tentukan harga wajar, cek legalitas, dan susun rencana yang pas.
Kami carikan atau pasarkan
Pembeli kami carikan yang cocok; penjual kami pasarkan ke jaringan luas.
Dampingi sampai akad
Kami temani survei dan negosiasi hingga proses selesai dengan tenang.
Sebagai ibu kota kabupaten, Pelaihari punya pasar tanah yang lebih matang dan lebih beragam dibanding kecamatan lain di Tanah Laut. Kavling dekat pusat pemerintahan di Angsau dan sepanjang Jalan A. Yani sudah relatif siap bangun, sementara lahan di pinggiran kota masih banyak berupa kebun atau tanah kosong yang harganya jauh lebih ringan.
Kavling di dekat pusat kota, termasuk area sekitar kampus Politeknik Negeri Tanah Laut, umumnya dijual sekitar Rp300 ribu hingga Rp800 ribu per meter persegi. Frontage di Jalan A. Yani sendiri, sebagai jalur utama yang meneruskan Trans Kalimantan menuju koridor selatan, bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per meter. Semakin jauh ke arah Sarang Halang, Panggung, atau Atu-Atu, harga kembali turun signifikan.
Karena tanah di Tanah Laut umumnya dataran dan perbukitan, bukan rawa gambut, kebutuhan urug di Pelaihari jauh lebih sedikit dibanding Banjarmasin atau bahkan Alalak di Barito Kuala. Namun pada lahan berkontur di pinggiran kota, tetap hitung biaya cut and fill, dan pastikan tanah bebas dari tumpang tindih izin usaha pertambangan (IUP), karena Tanah Laut juga daerah tambang bijih besi dan batu bara.
Pelaihari juga berperan sebagai gerbang menuju pantai selatan seperti Batakan, Takisung, dan Tabanio, serta area perkebunan di baliknya. Tanah di jalur menuju pantai-pantai ini mulai dilirik investor yang berpikir jangka panjang, meski infrastrukturnya belum semapan pusat kota, sehingga hasil optimalnya membutuhkan kesabaran.
Vorneo Property membantu Anda menyaring kavling yang legal di Pelaihari, mengecek status sertifikat dan potensi tumpang tindih izin tambang, serta memperkirakan biaya siap bangun. Ingin menjual tanah di Pelaihari? Kami bantu memasarkannya. Mulai percakapan lewat WhatsApp.
Pertanyaan Umum
Berapa harga tanah per meter di Pelaihari?
Kavling dekat pusat kota umumnya Rp300 ribu hingga Rp800 ribu per meter, sedangkan frontage Jalan A. Yani bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per meter. Kami bisa carikan plot sesuai anggaran dan tujuan Anda.
Apakah tanah di Pelaihari berisiko tumpang tindih izin tambang?
Sebagian bisa, mengingat Tanah Laut adalah daerah tambang bijih besi dan batu bara. Selalu verifikasi status IUP di lokasi yang diincar sebelum bertransaksi, kami bisa membantu pengecekannya.
Apakah tanah di Pelaihari cocok untuk investasi terkait wisata pantai?
Bisa, terutama tanah di jalur menuju Batakan, Takisung, dan Tabanio, meski ini investasi jangka panjang yang butuh kesabaran karena infrastrukturnya belum semapan pusat kota.
Kenapa tanah di Pelaihari lebih murah dari Banjarmasin?
Karena posisinya lebih jauh dari pusat metropolitan dan sebagian tanahnya masih berupa lahan pertanian atau kebun, meski dari sisi kesiapan bangun justru lebih mudah karena tidak perlu banyak urug seperti lahan rawa.
Titipkan Properti Anda
Tim Vorneo siap membantu lewat WhatsApp, konsultasi gratis, tanpa biaya di awal.
Wilayah Terdekat